14 Januari, 2008

GANTI NAMA

Memasuki tahun 2008 banyak para selebriti di tanah air ini yang merubah identitasnya. Selain untuk meningkatkan daya jual mereka juga untuk “menghilangkan” jejak dari bayang-bayang masa silam. Seperti neng Mulan Kwok yang di ujung tahun kemarin berubah menjadi Mulan Jameela. Dia berharap agar nama pemberian Maia Ahmad itu tidak identik dengan dia sebagai bagian dari “Ratu”, juga karena Album teranyar dia bernuansa Timur Tengah (mungkin lho…). Terus pentolan Ratu yang lagi memasuki masa “sidang” perceraian tidak mau lagi menggunakan nama Ahmad dibelakang namanya. Bukan hanya nama Maia saja yang berubah, bahkan nama group dia juga menjadi Duo Maia. Kalau mau di telusuri lebih jauh lagi mungkin nggak cuma mereka berdua yang ganti nama, banyak lagi orang yang berubah namanya.

Fenomena gonta-ganti nama nggak hanya ada di kalangan artis. Bahkan untuk mereka yang baru pulang haji juga banyak yang berganti nama. Seperti dulu sebelum berangkat berhaji namnya Panjul, pulang dari Makkah berubah jadi Firdaus Salam, emang bagus juga kalo nama kurang tepat berubah jadi sesuai. Takutnya kalau terbalik hehehehe.

Kalangan awampun juga gak mau kalah. Seperti kebiasaan orang-orang kampungku yang di Meritjan sana, kalo ada salah satu keluarga yang sering sakit-sakitan, yang sering apes nasibnya, yang gak kuat “nyunggi” nama, yang sering kena sial wal sengsara maka segera diadakan selametan. Khusus untuk menyambut nama baru biasanya dibuatkan tumpeng sederhana yang lauknya cukup tahu, tempe, dan krupuk. Nggak ketinggalan urap bayem, kangkung ,kacang dan sedikit kedelai, jian ...uenak tenan. Itu untuk yang sederhana, kalo yang agak mampu ya makanan seperti di atas tambah telor ayam dan ingkung ayam kampung, tambah suedeppp. Kalo dulu, contohnya, namanya si ”sakiter” atau si ”sialer” adalah Joko Utomo, lha karena dianggap nggak kuat bawa nama ”Utomo” ya dirubah dengan nama baru menjadi Misgiono, maksudnya ya Kemis Legi wis Ono hahahahaha macem-macem wae lo. Lho kok ya pas sampe setelah pergantian pemain nama itu ya anak itu jarang sakit, jarang kena musibah, nasibnya yo lumayan, bisa neruskan sekolah sampe kelar. Kerja yo gak ada halangan yang cukup berarti. Contoh lain ya Mas Tukul Arwana heheheh dari sakit-sakitan jadi segar bugar dan sekarang malah jadi Milyarder lagi.

Ternyata dengan berganti nama, harapan orang tua-tua dulu itu terkabul, bisa tercapai. Menurut saya sih itu cuman sebagai bentuk usaha orang tuanya agar anak itu bisa terpacu, termotivasi dengan nama yang baru bisa memberi semangat kepada si anak untuk membuktikan bahwa dia bisa, dia mampu untuk berubah. Seperti juga mbak Mulan Jameela ingin membuktikan bahwa dengan nama baru dia bisa lebih maju, bisa lebih mapan dan lebih baik daripada dengan nama yang lama.

Nah karena dengan berganti nama dapat merubah sebagian keadaan, gmana dengan Negara ini yang terus kena musibah, kena Tsunami, banjir dimana-mana, gunung hampir meletus, gempa sudah berapa kali terjadi. Harga barang-barang yang nggak turun-turun, minyak susah nyarinya, sekolah juga masih bayar buku yang nggak kalh mahalnya.

Kok ya sering banget to negeri ini menjadi tempat untuk menurunkan peringatan atau bahkan Azab dari Penciptanya? Apa perlu ada pergantian nama biar nggak terus-terusan kena ”Warning” dari Sang Pemilik Segala?

Halah uwis lah, kok pikirane malah kemana-mana...bahkan Ganti Nama Negara segala.

Tapi...ada usul gak untuk nama barunya ya ? ( Jika memungkinkan seh..hehehehehe)

4 Komentar:

de mengatakan...

anankku yo njaluk ganti jeneng.
'ma, namaku ganti Recca (dari film Flame of Recca) aja ya, lebih keren' katanya. bahkan dia juga nanya prosedur ganti nama segala hahahaha

T O N I C K mengatakan...

Prosedure nggak ribet kok De...cukup jenang abang lan jenang putih terus didongani Bapake dewe cukup heheheheh

KOncling mengatakan...

yen Ganti Jeneng negoro opo nganggo jenang abang karo jenang putih barang..?

T O N I C K mengatakan...

kalo ganti negoro gak perlu jenang abang pakai beras karena harga beras mundak ...iso diganti jenang KATUL atau jenang PELOK heheheh