31 Oktober, 2007

LEBARAN KEBAKARAN

Lebaran tahun ini memang beda dengan tahun-tahun sebelumnya, baik diriku maupun istriku. Kami sepakat untuk lebaran bersama di kampung orang. Untuk tahun ini kami nggak mudik dulu, selain kami ingin merasakan lebaran sekeluarga sendiri || hehehe gaya sok mandiri || juga karena ada pertimbangan yang sangat penting yang harus kami ambil … gak cukup duite wakakakakakaks.

Tapi Alhamdulillah dengan keputusan yang kami ambil ini, ternyata membawa hikmah yang sangat besar bagi kami. Semua emang udah direncanain Allah dengan baik, benar dan tepat sekali. Kalo saja kami bisa pulang mudik untuk lebaran di Kediri atau di Balikpapan….weh gak tau gimana rasanya di hati. Kaget, bingung, cemas, khawatir dan laine ngumpul jadi satu.

Tiga hari setelah lebaran, tepatnya tanggal 16 Oktober kemarin, rumah tetangga mengalami kebakaran. Gimana gak bingung, hampir seluruh rumah di daerah yang kami tempati adalah rumah kayu…seperti postingan lamaku disini . Jadi kalo gak cepat antisipasi maka bisa merembet ke kontrakanku yang baru 1 bulan kami tempati.


Sebenarnya hari itu kami mau berangkat ke Tarakan untuk silaturahmi ke temans disana, semua acara berubah total setelah kejadian ini. Ketika mau berangkat (udah dorong travel bag neh..) kami dengar teriakan tetangga kontrakan “ Pak..Pak …rumah sebelah kebakaran pak”. Kami berlariarin keluar rumah…berusaha menyelamatkan diri. Yang terpenting adalah Zahra udah di bawa ibunya. Sebisanya aku ambil dokumen-dokumen penting dulu untuk di bawa istriku. Dalam keadaan sakit (sebenarnya kami bertiga sedang sakit neh…) aku bawa barang yang bisa ku angkat. Yang penting-penting aja menurutku.

Allah Maha Pengasih, Maha Penolong dan Pemelihara, aku gak kenal siapa-siapa disini, gak punya sodara disini, baru aja pindah jadi belum banyak yang kuketahui di daerah ini. Ada orang yang membantu mengangkat barang-barang di rumah. Gak aku minta dan gak aku suruh beliau-beliau ini yang membantu. Semua barang di angkutin keluar menuju tempat yang dianggap aman. Padahal saya sudah bilang kepada beliau-beliau bahwa biar aja barang yang gak terlalu penting dan berat ditinggal aja. Yang penting Keluargaku dan sesuatu yang ku anggap penting sudah terbawa. Tapi mereka tetap aja membawa apa yang bisa mereka angkat, bahkan ember-ember untuk mencuci baju pun mereka angkut keluar. Jian mereka ngebantu dengan Lillahi ta ala.

Hampir 30 menit kemudian para Petugas Pemadam Kebakaran mampu menjinakkan kobaran api di tempat kejadian. Setelah keadaan aman terkendali dan tenaga udah mulai agak pulih, mulai lagi neh…ngangkutin barang ke dalam rumah lagi …weleh-weleh.

Akhirnya aku dapat Saudara atas kejadian ini…Pak Supono namanya, pegawai Dinas Diknas di sebelah tempatku bekerja yang telah membantu tenaganya untuk semua. Beliau membantu ngeluarin barang-barang di rumah dan membantu memasukkanya lagi. Aku sempat gak enak hati gimana cara ngucapin terimakasih ke Beliau. Sebelum selesai masukin barang aku salamin beliau dengan “salam tempel”. Eh beliau malah marah ” lho mas aku ki bantu lillahi ta ala lho ...wah gak mau aku kalo ada gini-ginian.”. Aku yang jadi gak enak bin binun. Kok ya masih ada orang yang begini ini di jaman kayak gini. Jadi ingat Pak Waras yang di Lumpur Lapindo aja.

Dari Pak Supono juga aku tau cerita, kalo aja kejadiannya malam hari jangan harap barang-barang akan aman...bisa jadi mereka yang bantu kita membawa barang, bukan cuman ngeluarin aja...malah mereka juga akan ”membawa” betulan barang-barang tersebut.

· Alhamdulillah ya Allah

· Tengkyu Pak Supono

· Tengkyu pak PMK, anda telah menyelamatkan kampung kami

· Tengkyu Bapak-Bapak yang telah membantu mengeluarkan barang-barang kami

· Tengkyu untuk tetanggaku yang telah “Teriak-teriak Kebakaran”

Tanpa bantuan anda kami sekeluarga tidak bisa berbuat apa-apa.

LEBARAN TAHUN INI MEMANG “BEDA”

3 Komentar:

de mengatakan...

wah untung bener ndak mudik ya mas. semua mmg ada hikmahnya. maaf lahir batin (telat :D)

T O N I C K mengatakan...

sami-sami matur nuwun...hikmak dibalik kegagalan mudik hehehehe :)

ayahshiva mengatakan...

iya tuh, akhir-akhir ini saya sering lihat di tipi berita kebakaran, dan umumnya yang kebakaran adalah pasar, entah kebakaran ato dibakar.